Selamat datang di Website Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan
Home » » Riwayat Singkat Sejarah Peristiwa Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945

Riwayat Singkat Sejarah Peristiwa Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945

Written By kelurahan cipedak on 19 September 2013 | 10.54

                 
                Satu bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, suasana di Tanah Air, menunjukkan keadaan yang masih tidak menentu, Balatentara Jepang tetap bersikap reaksioner, dengan tidak bersedia, mengakui Negara Republik Indonesia, serta tetap memegang kekuasaan atas nama Sekutu, untuk mempertahankan status quo di Indonesia. Demikian pula pemindahan kekuasaan, dan lain-lain, dari tangan kekuasaan Jepang kepada pemerintah Republik Indonesia, tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

     
                    
                       Hal ini menyebabkan rasa ketidakpuasan bagi para pemuda dan mahasiswa, terhadap para pemimpin Pemerintahan, yang tidak ada usaha untuk memberi komando, dalam mengisi kemerdekaan. Kekecewaan semakin memuncak, setelah di ketahui bahwa, beberapa perwira Sekutu, dibawah pimpinan Mayor Greenhalgh, mengadakan pendaratan di lapangan Kemayoran, pada tanggal 8 September 1945. Demikianlah kemudian para pemuda dan mahasiswa, yang tergabung dalam Komite Van Aksi, merencanakan rapat raksasa, di Lapangan Ikada Jakarta, pada tanggal 17 September 1945. Rencana rapat ini baru dapat dilaksanakan pada tanggal 19 September 1945.



                        Massa masyarakat dengan tertib, teratur, dan penuh semangat, mengalir membanjiri lapangan Ikada, dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya, dengan membawa poster-poster, dan bendera merah putih. Mereka dengan ikhlas, bersedia mengorbankan apa saja, jiwa raga sekalipun, demi tegaknya Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.

                   Rapat raksasa Ikada, 19 September 1945, sebagai manifestasi, Persatuan dan Kebulatan Tekad Bangsa Indonesia, mengisi kemerdekaan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Juga untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kemerdekaan Indonesia, adalah kehendak rakyat Indonesia, dan bukan buatan Jepang, serta untuk menjawab tantangan dari berbagai pihak, yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



             Karena tekad dan semangat rakyat Jakarta, yang sedemikian menggelora, untuk tetap melangsungkan rapat raksasa Ikada, meskipun tentara Jepang menghalang-halangi, namun, rakyat sedikitpun tidak gentar. Sehubungan dengan itu, maka Pemerintah pada tanggal 19 September 1945, pukul 09.00, mengadakan Sidang Kabinet, dipimpin Presiden Soekarno, dan mengambil keputusan, Bung Karno dan Bung Hatta, serta para Menteri, datang ke lapangan Ikada.
Setiba di Tribun, Bung Karno disambut dengan pekik, salam Nasional, merdeka ................ merdeka ............ merdeka oleh kurang lebih 300.000 massa rakyat.

                   Pada kesempatan itu, Bung Karno tidak mengucapkan pidato, Beliau dengan tenang dan mantap, mengucapkan kata-kata, Saya mengetahui, bahwa saudara-saudara berkumpul disini, untuk melihat Presiden
saudara-saudara dan untuk mendengarkan perintahnya, Nah. apabila saudara-saudara masih setia, dan. percaya kepada Presidenmu, Ikutilah, perintahnya yang pertama Pulanglah dengan tenang, Tinggalkan rapat ini sekarang juga, dengan tertib dan teratur, dan tunggulah berita, dari para pemimpin di tempatmu, masing-masing Sekarang ............. bubarlah, ................... pulanglah, saudara-saudara ............. dengan tenang.

Saya tutup rapat ini, dengan salam nasional, "Merdeka"

             
    Api dan semangat rapat raksasa Ikada ini, berkobar dan membakar, semangat perjuangan, mempertahankan dan membela Proklamasi 17 Agustus 1945 ke seluruh pelosok tanah air.
Demikianlah, riwayat singkat sejarah peristiwa Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945.
 
Jakarta, 19 September 1945
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | A_P |
Copyright © 2012-2016 Kelurahan Cipedak - All Rights Reserved