Selamat datang di Website Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan
Home » » Jakarta Tanggap Darurat Hingga 27 Januari

Jakarta Tanggap Darurat Hingga 27 Januari

Written By kelurahan cipedak on 17 Januari 2013 | 14.32



Banjir yang melanda Jakarta semakin meluas dan semakin parah. Bahkan, banjir awal tahun ini lebih parah dibanding tahun 2007 lalu. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menyatakan Jakarta dalam posisi tanggap darurat hingga 27 Januari 2013 mendatang.

Terlebih, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan intensitas hujan masih tinggi hingga pekan depan. "Ya, tadi sudah disampaikan dari BMKG, bahwa besok intensitas hujan masih tinggi. Sehingga antisipasi kita adalah membuat pernyataan tanggap darurat," kata Jokowi, usai menggelar rapat koordinasi, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (17/1).

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim. Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteoroli Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prahadi Prabowo, yang mewakili Kementerian Sosial, serta perwakilan dari Basarnas dan Polri.

Dengan demikian, kata Jokowi, diharapkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan penanganan banjir bisa leluasa bergerak. Untuk jangka pendek, beberapa kebutuhan para pengungsi akan segera dipenuhi tanpa melalui proses tender.

Apalagi, banjir tahun ini tergolong lebih besar dibanding tahun 2007 lalu. Pada 2007 lalu, ketinggian air di pintu air Manggarai mencapai 1.020 sentimeter. Sementara saat ini ketinggian di atas 1.030 sentimeter. Sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan segala keputusan ditangan Jokowi. "Tadi Pak Presiden juga sudah telepon, agar kita untuk segera mungkin melakukan tindakan lapangan dan mengenai Manggarai diserahkan penuh keputusannya kepada kami," kata Jokowi.

Dengan dibukanya pintu air Manggarai, Istana Presiden yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara tergenang air setinggi 50 sentimeter. Selain itu, beberapa ruas jalan disekitar Manggarai, seperti Menteng hingga Bundaran Hotel Indonesia juga terendam banjir  hingga ketinggian satu meter 30 sentimeter.

Menko Kesra, Agung Laksono, mengatakan hasil rapat koordinasi ini selain menyatakan Jakarta dalam kondisi tanggap darurat, juga menyediakan 84 titik pengungsian dengan jumlah lebih dari 19 ribu pengungsi. Masyarakat pun diimbau untuk mengungsi jika keadaan sudah tidak memungkinkan. "Kalau ada masyarakat yang masih ada diimbau untuk mengungsi. Setelah dinyatakan aman baru kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Sementara untuk libur sekolah di Jakarta, menurut Agung, kewenangannya berada di tanagan Gubernur. Melihat dari kondisi di lapangan. Jika di satu kecamatan banjir yang melanda sudah cukup pada maka bisa diliburkan. "Tapi semua kewenangan diserahkan kepada Pak Gubernur," ujarnya.

Semntara untuk menengah yang akan di lakukan yakni segera menyelesaikan program-program saluran air dalam 1-2 tahun ke depan. Sedangkan jangka panjang yakni pengerukan sungai, baik kedalaman maupun kedangkalan sungai.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif menagatakan, pintu air Manggarai telah dibuka sejak pukul 07.00 pagi tadi. Hal ini untuk menghindari agar pemukiman warga tidak tenggelam. "Jadi ketinggian tinggi sampai pusat kota hingga 30 sentimeter. Pukul 07.00 tadi dibuka, biar masyarakat gak sampai tenggelam semua," tandasnya.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | A_P |
Copyright © 2012-2016 Kelurahan Cipedak - All Rights Reserved